|
|
 |
Thursday, January 11, 2007
Posted at 02:11 am by syahid_zul
Permalink
Saturday, November 11, 2006
Posted at 07:49 am by syahid_zul
Permalink
Friday, October 27, 2006
Assalamualaikum... Bismillah...
1Syawal2006/1427H melakarkan sebuah cerita ringkas perjalanan hidupku dibumi Allah yang maha luas.Ada cerita suka,ada cerita luka,ada cerita bersalah dan diselubungi keterpaksaan.Apa daya ku,berhadapan dengan takdir Allah,berhadapan dengan ketentuan-Nya.Hanya merintih.Sebuah rintihan yang enggan didengar makhluk,hanya bisa didengar Khaliq.Meminta hidayah dalam istikharah dalam memilih 1 antara 2 pilihan.Sesuatu yang cukup asing sepanjang hayatku.Berharap ianya hanyalah mimpi dan mainan tidur.Rupanya mimpi dalam tidur jua mendatangkan petunjuk.Ku yakin benar ianya mimpi kebenaran.Ku yakin benar ianya mimpi keputusan.Dan ku yakin,ianya suatu takdir.Pasrah lalu harapan ku ukir.Seandainya ini yang terbaik,permudahkanlah jalanan dihadapanku.Semoga pertemuan dan perpisahan ini diredhai Allah.
Wassalam...
p/s:luahan ini ditujukan kepada yang berkenaan,seandainya dia masih sudi singgah di blog usang ini...
Posted at 01:00 am by syahid_zul
Permalink
Monday, October 23, 2006
Fitrah Kearah Kemenangan!
 Assalamualaikum.... Bismillah...
Allahuakbar!Allahuakbar!Allahuakbar!
Pertamanya,Tahniah diatas kemenangan mengharungi ramadhan al-mubarak selama sebulan.
Dihening langit maghrib 30 ramadhan,sempat saya menoleh ke muka langit dan entah mengapa hati saya diserang perasaan sayu dan hiba.Langit itu menyaksikan perginya ramadhan ke 21 dalam hidup saya.Sejauh manakah latihan yang saya jalani semasa ramadhan mampu menguatkan iman,mematuhi suruhan dan meninggalkan larangan Allah.Pilu dan hampir mengalirkan air mata,apabila saya kenangkan ketidakpastian untuk saya menemui ramadhan ditahun hadapan.Serasa saya,saya masih tidak gunakan ramadhan kali ini dengan betul-betul untuk beramal sebanyak mungkin kepada Allah.
Tetapi saya pasti,fajar syawal yang bakal terbit esok,bukannya membawa pilu dan kesedihan walaupun tidak berkesempatan menyambutnya bersama keluarga.Saya pasti,fajar syawal membawa erti kemenangan samada kemenangan lahiriah ataupun batiniah.Perbanyakkanlah takbir dan bertakbirlah dengan penuh semangat,bukan lagi dengan nada sayu dan kesedihan...Salam Aidilfitri,Salam Kemaafan,Salam Kemenangan.
Allahuakbar!Allahuakbar!Allahuakbar!
wassalam
Posted at 10:19 pm by syahid_zul
Permalink
Friday, October 20, 2006
Di dunia.. Ku susuri urutan usia Memukat murka sepanjang kembara Ku sangka dunia ini mesra Berbicara denganku dalam bahasa cinta Mengukir indah aksara-aksara gurindam Lantas ku sematkan kenangan itu diarkib harapan Aku mahu dunia terus memujiku Hebat dalam kemenangan yang kurasakan abadi Puas dalam alpa dan kenodaan
Suatu hari di dunia.. Sesudah dikhianati teman kembara Sesudah tewas diranjang kepalsuan Aku mencari jawapan kepada erti dunia Ku cari teduhan di rumpun nasuha Membelek kembali helaian asing dan usang Menghampar sejadah yang renyuk dan hanyir Menadah kepada kepastian sebuah bicara Bernama taubat di dunia..
Aku hanya manusia yang mencari tenang Di dunia yang kuimpikan senang... Dalam esak bernada kyusyu' Ku layarkan semua kenangan dosa di sungai kifarah Sambil berdiri ditubir zaman Aku tersenyum dalam iktikaf usia ini Kerana ianya masih berbaki Untuk aku berbakti...
nurkilan:syahid_zul
Posted at 07:42 pm by syahid_zul
Permalink
Thursday, October 19, 2006
Menangis Dihujungmu Ramadhan..
Bismillah...
Sedar tidak sedar kita sudah berada dipenghujung bulan ramadhan.Hanya beberapa hari lagi kita akan menyambut aidilfitri yang membawa erti "kembali kepada fitrah" dan juga kemenangan setelah berjaya melepasi dugaan ramadhan.Sungguh benar sabda rasulullah :
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu
Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda: "Setiap
amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan
dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat.
Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang
langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya
karena-Ku.' Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu
kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan
Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma
kesturi." Di dunia ini,subhanallah,kita dapat merasakan suatu kegembiraan ketika berbuka puasa (ada dua keadaan;berbuka pada tiap-tiap hari dan berbuka ketika datangnya aidilfitri). Inilah kegembiraan yang jarang-jarang kita rasai.Jikapun seseorang itu bersolat,tidak semestinya dia akan gembira,jikapun ia bersedekah atau membuat haji atau berzakat,belum tentu dia akan bergembira selepas menunaikannya melainkan orang itu telah mencapai tahap kemanisan ibadah.Tetapi puasa yang telah hampir sebulan berlalu,masih kita rasai kegembiraan untuk berbuka (aidilfitri) walau siapapun kita.Walaupun kita orang yang jauh atau dekat dengan Allah.Dan kegembiraan ketika bertemu Allah sudah tentu lebih besar dan hebat...Allah tidak sekali-kali memungkiri janji-Nya.. Disebalik kehebatan ibadah puasa,marilah kita bermuhasabah sebentar.Apakah yang telah kita buat untuk ramadhan kali ini?Pernahkah disuatu malam yang hening,kita bangun kemudian bersolat taubat dan menangis dihadapan Allah meminta diampunkan dosa-dosa lalu?Pernahkah kita menangis kerana mengenangkan dosa kita?Jika kita tidak pernah menangis,maka menangislah.Masih ada beberapa malam yang menanti dan mungkin didalamya ada lailatul qadar.Ingin saya berkongsi kisah ini:
Diceritakan
di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh
bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia
berkeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar.
Saya tidak melakukan semua itu."
"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan
dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri
dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai
seorang saksi pun yg sedang berdiri.
Di situ hanya ada dia sendirian.
Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini
tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu."
"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.
Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi."
Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan."
Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium."
Bibir mengaku, "Saya yang merayu."
Lidah menambah, "Saya yang mengisap."
Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas."
Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan."
"Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian
tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat.
Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat
berduka, sebab sebentar lagi bakal dihumbankan ke dalam jahanam. Padahal,
rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu.
Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg
amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat
sumpah sebagai saksi."
"Silakan", kata malaikat. "Terus
terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah
dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan
buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba
kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi air
matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya,
selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan
tobat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan."
Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut dibebaskan dari neraka
dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni
surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar
bulu mata." 
Bukan bererti mestilah menangis barulah Allah akan ampuni dosa kita.Tetapi menangis menandakan kita "betul-betul" atau "sungguh-sungguh" untuk menyesal dan insaf.Itulah tabiat manusia.Jika manusia betul-betul gembira maka dia akan menangis.Jika manusia betul terhina dia akan menangis.Dan begitulah juga dengan insaf.Jika kita betul-betul insaf kita akan menangis.Menangis juga membawa erti kita betul-betul lemah,hina,dan berdosa dengan Zat Allah Yang Maha Agung!Menangislah disuatu malam terakhir ramadhan..saya pasti,anda akan merasai ketenangan apabila berjumpa syawal... Wassalam..
Posted at 07:09 pm by syahid_zul
Permalink
Wednesday, October 18, 2006
Merintis Jalan Kearah Lailatul Qadar!
Bismillah... Bicara sahaja mengenai bulan ramadhan,dihati orang-orang mukmin pastinya berdetik keinginan untuk menemui malam lailatul qadar,malam yang lebih istimewa dari seribu bulan.Sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya telah kami turunkan al-Quran pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar adalah lebih baik daripada seribu bulan." (Surah al-Qadr, ayat 1 - 2)
Seribu bulan yang membawa erti 83.333 tahun inilah yang dicari-cari oleh setiap mukmin kerana Allah terang-terang dalam al-quran dan diperakui oleh rasulullah dalam banyak hadis-hadis tentang istimewanya malam ini.Antaranya:
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. [4] Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, [5] (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, [6] sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."[QS Ad Dukhan: 3 - 6]
Gandaan pahala melakukan amal ibadat pada malam itu dikatakan mempunyai nilaiannya lebih 29,500 kali ganda kerana difahami daripada ayat itu, ganjaran pahala adalah lebih banyak dan baik melebihi seribu bulan. Kebesaran Lailatul Qadar adalah berdasarkan dua perkara.
Pertama, kerana pada malam itu diturunkan al-Quran.
Kedua, pada malam itu akan turun malaikat dalam suatu angkatan yang besar, penuh gilang gemilang untuk memberi taufik dan hidayah kepada orang berpuasa dengan ikhlas.
Disebut sebagai Lailatul Qadar kerana pada malam itu akan turun malaikat untuk mengucapkan salam sejahtera kepada seisi penduduk bumi. Ia juga dikenali dengan nama Lailatul Syaraf bermaksud malam kemuliaan dan Lailatul Tajalli yang bermakna malam Allah melimpahkan cahaya dan hidayah-Nya kepada orang yang berpuasa dan beribadat pada sebelah malamnya.
Sayid Qutub, penulis tafsir Fi Zilalil Quran melukiskan suasana Lailatul Qadar secara puitis. "Namanya Malam Al-Qadar, yang kadang-kadang berarti taqdir (ketentuan) atau tadbir (ketetapan), juga berarti nilai atau posisi. Kedua-duanya sesuai dengan peristiwa alam yang agung itu. Peristiwa Alquran, wahyu, dan risalah, tempat tidak terdapat peristiwa-peristiwa di dunia ini, yang lebih besar, lebih benar, dan lebih berarti daripadanya. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Angka tidak berarti pembatasan, tetapi dimaksudkan adalah banyaknya nilai. Berapa ribuan bulan dan tahun telah berlalu tanpa meninggalkan pengaruh apa-apa, tanpa perubahan, seperti yang ditinggalkan oleh satu malam yang penuh berkah dan kebahagiaan Lailatul Qadar. (Fi Zilalil Quran, Juz 6, hlm. 3944-3946).
Penentuan tarikh dan malam sebenar berlakunya Lailatul Qadar sering kali berlaku perselisihan pendapat di kalangan ulama. Pendapat yang kuat menyatakan bahawa adalah pada malam ganjil sesudah hari yang kedua puluh Ramadan iaitu malam 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadan.
Perkara ini sesuai dengan hadis Rasulullah daripada Ibnu Umar yang bermaksud: "Sesiapa yang ingin mencari Lailatul Qadar hendaklah pada malam kedua puluh tujuh." Sebuah lagi hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim bermaksud: "Carilah dengan segala upaya kamu malam al-Qadar pada malam-malam ganjil daripada sepuluh malam akhir Ramadan." Jelas daripada kedua-dua hadis itu bahawa Lailatul Qadar hanya berlaku pada satu malam pada Ramadan. Ia adalah sebagai perangsang kepada seluruh umat mukmin supaya berebut-rebut untuk mencari pahala dan ganjaran malam al-Qadar dengan melipat gandakan amal ibadat pada malam akhir Ramadan al-mubarak.
Apabila dicermati,banyak perkara yang Allah sengaja sembunyikan dari pengetahuan hamba-Nya termasuklah rasulullah sendiri.Antaranya:
Allah menyembunyikan Lailatul Qadar untuk menguji umatnya sejauh mana tahap amal ibadat mereka sepanjang Ramadan;
Allah menyembunyikan saat penerimaan doa (ijabah segala doa) pada Jumaat agar kita berdoa sepanjang hari itu;
Allah menyembunyikan sembahyang Wusta dalam solat lima waktu supaya kita memelihara semua waktu solat fardu;
Allah menyembunyikan isim adzam antara nama-nama-Nya agar kita menyebut semua nama-Nya (Asmaul Husna);
Allah menyembunyikan makna maksiat yang sangat terkutuk supaya kita menghentikan melakukan apa juga bentuk maksiat;
Allah menyembunyikan siapa yang menjadi wali antara mukmin supaya kita berbaik sangka terhadap semua orang mukmin;
Allah menyembunyikan kedatangan hari kiamat supaya kita selalu bersiap sedia; dan
Allah menyembunyikan ajal manusia supaya kita selalu dalam persiapan menemui-Nya; |
Betapa Maha Bijaksananya Allah,sesuai dengan zat-Nya yang Maha Agung,klu untuk berlakunya lailatul qadar ialah pada malam-malam akhir ramadhan.Kerana Allah sudah mengerti tabiat mahkluknya yang bernama manusia,hanya bersemangat diawal ramadhan,kemudian semangat pula untuk berhari raya dan melupakan istimewanya ramadhan.Jika sahabah ridhuanullah menangis apabila berpisah dengan ramadhan,kita dizaman ini bergembira dengan sungguh hati disaat berpisah dengan ramadhan.Dikala insan bermuhasabah tentang hakikat ini,alasan akal "oh,itu sahabah nabi,tidak sama dengan kita" tidak boleh diterima kerana kita dan mereka adalah sama manusia.Janganlah kita nafikan hakikat bahawa mereka-mereka itulah qudwah dan tauladan untuk ummat dulu kini dan selamanya.
[++]Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah saw. dibaca pada Lailatul Qadar berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, serta dikutip oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Azkar antara lain, "Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa'fu 'anni. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan suka memaafkan, maka maafkanlah aku.
wassalam!
Posted at 01:46 pm by syahid_zul
Permalink
Don't Judge A Book By Its Cover?
Bismillah... "Saudara,please Don't Judge A Book By Its Cover!"
Begitulah nasihat yang saya terima apabila saya menasihati seorang perempuan di friendster yang meletakkan gambar yang tidak bertudung.Umumnya saya tidak menegur jika perempuan tersebut memang free hair,tetapi saya tidak tergamak membiarkan perempuan yang diluar rumah bertudung tetapi free hair apabila di friendster.Dan natijahnya,saya pula yang dinasihati ! Mungkin ramai antara kita yang pernah mengalami situasi yang sama dengan apa yang pernah saya hadapi diatas.Niat kita baik,dan teguran kita itupun cukup halus dan tidak menyakitkan hati.
Apabila saya ditegur berkenaan,saya terfikir beberapa perkara:
[1]Apakah buku itu harus saya lihat sebagai manusia?Atau adakah buku sama dengan manusia?
[2]Adakah iman tiada kena mengena dengan amal?
[3]Adakah iman hanya berada didalam dada dan perbuatan luaran tiada kaitan dengannya?
Permasalahan ini turut terbawa-bawa dalam dunia artis.Contohnya;jika ditanya seorang artis yang berpakaian yang tidak sopan maka artis tersebut akan menjawab tampa segan atau silu "walaupun saya berpakaian begini,tetapi iman tetap dalam hati".
Bagi saya buku dan manusia tidak boleh disamakan.Buku tidak berubah-ubah sebagaimana manusia.Buku tidak hidup.Buku tidak boleh berfikir.Apa yang tertulis padanya itulah sahaja ilmunya.Jika cover buku itu ingin kita samakan dengan penampilan manusia,adakah kita sebagai manusia boleh bersetuju?
Sememangnya iman itu didalam hati.Sebagaimana firman Allah:
Al Hujuraat :[7] … Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu … Tetapi lupakah kita,keimananlah yang mempengaruhi gerak geri seseorang.Iman membentuk kepercayaan kepada dosa dan pahala dan jika kepercayaan itu teguh berada dalam hati,maka apa jua yang bernama dosa akan dijauhi dan apa jua yang bernama pahala akan dikejar.Walaupun begitu,iman juga mempunyai tabiat-tabiat tersendiri. Menurut Ibnu Al-Qaiyim, iman makhluk kepada Allah terbagi menjadi empat: 1. Iman Laa Yazidu Walaa Yanqushu. Yakni iman yang tidak bertambah dan tidak berkurang. Sejak dia ada sampai tidak ada imannya tetap demikian, statis tidak dinamis, tidak mengalami pasang surut atau pasang naik. Inilah imannya para malaikat. 2. Iman Yazidu Walaa Yanqushu. Yakni iman bertambah, tidak berkurang, makin lanjut umurnya makin kuat imannya. Inilah iman para Nabi dan Rasul Allah. 3. Iman Yazidu Wa Yanqushu. Yakni iman bertambah dan berkurang. Kadang-kadang ketaatannya meningkat tinggi, kadang-kadang shalat yang lima waktu ketinggalan. Mengalami pasang surut dan pasang naik. Inilah iman mukmin yang awam. 4. Iman Yanqushu Walaa Yazidu. Yakni iman berkurang tidak bertambah. Makin lanjut umurnya makin bertambah dajal/kemurkaannya. Makin banyak uban di atas kepalanya makin bertambah kejahatannya. Inilah iman orang-orang fasik. Iman manusia itu bertambah dan berkurang.Kerana itu jika seseorang itu membuat dosa,maka ketahuilah dia membuat dosa kerana ketika keimanannya menurun.Maka kitalah yang bertanggunjawab mengingatkan mereka tentang dosa dan pahala.Dengan harapan, ingatan kita itu mampu menaikkan keimanan mereka.Jangan cepat menghukum,"oh dia membuat dosa kerana tiada iman".Itu bukan tabiat orang yang ikhlas menegur. Iman dan amal.
Apabila beriman,umunya seseorang akan membuat amal soleh.Di dalam al-quran Allah selalu menyebut begini:Yunus :[9] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, mereka diberi petunjuk oleh Rabb mereka karena keimanannya… Persoalannya,mengapa beriman dan beramal soleh itu dipisahkan.Seolah-olah jika ada iman didalam hati seseorang,tidak semestinya amalannya itu soleh. Al Ankabuut :[7] Dan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. Thahaa : [75] Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh beramal soleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), Walaupun tampa iman,adakah manusia membuat amal soleh?Ya!Tetapi Allah tidak menerima amalannya.Begitulah jua orang yang beriman tetapi tidak perbuat amal yang soleh tetap tidak diterima.Kerana itu menjadi tugas kita terhadap orang yang beriman,ingatkanlah mereka jika mereka melakukan kesilapan.Teguran kita bukanlah bererti kita "judge" mereka sebagai tidak baik tetapi teguran itu bererti kita sedar akan tabiat iman pada manusia yang menaik dan menurun.Kita tidak boleh menetapkan waktu terhadap kitaran naik dan turunnya iman.Kerana itu tegur-menegur,mengingatkan dengan kebenaran dan kesabaran itu perlu dan amat dituntut.Renunglah firman Allah
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[**]; merekalah orang-orang yang beruntung.Al-Imran [104] [**].Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
Posted at 01:26 am by syahid_zul
Permalink
Monday, October 16, 2006
Mengkritik diri sendiri:Satu muhasabah!
Assalamualaikum
Bismillah..
Saya menyedari beberapa kelemahan saya dalam menulis dan saya menganggap ianya sesuatu yang harus diperbaiki dengan segera.Sebenarnya selama ini saya tertanya-tanya juga,apakah pendapat pembaca mengenai tulisan saya.Faham ke,tidak ke?Adakah idea saya boleh diterima?Dan bermacam-macam persoalan.Sehinggalah saya muhasabah dan bertekad memperbaiki kualiti dan style penulisan.
Beberapa kelemahan dan langkah membaiki.
[1]Membawa pembaca kedunia saya:Selama ini saya menulis apa yang saya faham di persepsi dunia saya.Sedangkan saya lupa.Pembaca ada dunia yang tersendiri.Kerana itu mungkin ramai yang membaca 2,3 baris ayat kemudian berhenti kerana gaya tulisan saya yang tidak "meraikan" dunia mereka.Pembaca pada kebanyakkan masa lebih suka bersantai pada dunia mereka dan tugas penulis seperti saya ialah pergi kedunia mereka dengan gaya penulisan yang lebih menyenangkan mereka.
[2]Ayat yang berbelit-belit.Kiasan yang terlalu banyak.Unsur metafora dan entah apa-apa(belajar komsas dulu ingat la sket2 pasal benda ni).Menggunakan ayat yang simple dan mudah difahami.Mungkin selama ini saya terlalu terpengaruh dengan gaya penulisan syed Qutb,Muhd Qutb,Maududi,Mustafa Masyhur.Kerana terikut-ikut saya lupa untuk menyampaikan ilmu mereka dalam gaya yang lebih ringan kepada pembaca.Tugas penulis pada anggapan saya ialah menyediakan segala kemudahan-kemudahan ini kepada pembaca.Dengannya pembaca tidak perlu berkhayal kedunia yang "berat",cukup sekadar duduk dan bersantai kemudian dihidang dengan bahan bacaan yang mudah difahami.
[3]Tidak mengenal pasti golongan sasaran.Selama ini,saya menulis tampa memikirkan siapakah yang membaca tulisan saya?Adakah orang itu islam atau non-muslim?Adakah ahli usrah atau ahli lepak?Adakah orang itu bertudung atau free hair?Kerana itulah dakwah susah untuk sampai.Pendakwah terlalu asyik dengan "dunia"nya.Tidak fikir apakah "keadaan" golongan sasaran.
[4]"sy merasakan bahasa saudara kurang menyentap jiwa,dan juga kadang-kadang ilmu yang hendak di sampaikan tidak begitu menyeluruh,malahan tidak dapat membawa pembaca ke satu alam untuk berfikir secara mendalam atau kritis"[Teguran dari SayBox..] Insyaallah kelemahan ini akan saya atasi dalam tulisan yang akan datang.
Mengapa perlu muhasabah?
Saya merasakan adalah terlalu merugikan jika saya terus dengan style lama.Dan kesan yang lebih besar adalah merugikan dakwah dan masa saya kerana "gagal" dalam menyampaikan.Saya tidak dapat menerima hakikat bahawa saya gagal hanya kerana tersalah cara!Kegagalan bukannya sesuatu yang salah tertapi tidak belajar dari kegagalan adalah kesilapan yang tersangat besar.Kerana itu muhasabah ini adalah perlu.Demi kelansungan dakwah,demi ummah yang sedang menangis gundah,dan demi perjuangan yang sedia tergalas,berikan aku kekuatan dan kebijaksanaan dan hikmah,redhakan aku diatas jalanan ini,serta bariskan aku ditempat orang-orang yang ihklas mencari redha-MU.
syahid_zul:11:29[waktu jepun]16hb10 2006.
Posted at 11:56 am by syahid_zul
Permalink
Sunday, October 15, 2006
Posted at 04:27 pm by syahid_zul
Permalink
|